CERUK BAGIAN SELATAN
Tempat ini berfungsi sebagai lokasi untuk bertapa, meditasi, atau semadi pada masa Kerajaan Dalem Balingkang maupun pada masa Pasraman Dharma Hanar. Tempat ini memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi karena digunakan secara khusus oleh para guru suci dalam menjalankan laku tapa dan mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dalam keheningan dan kesunyian tempat ini, para guru suci memusatkan pikiran untuk mencapai pencerahan batin serta memperoleh kebijaksanaan dalam membimbing para sisia (murid) dan masyarakat. Keberadaan tempat ini juga mencerminkan peran penting pendidikan spiritual dan kehidupan asketik pada masa kerajaan, di mana kekuatan batin, kesucian, dan kedamaian menjadi landasan utama dalam menuntun kehidupan manusia agar selaras dengan nilai-nilai dharma dan keharmonisan alam semesta.
CERUK BAGIAN TENGAH
Tempat ini secara khusus digunakan oleh kaum berdarah biru atau anak-anak para raja yang menempuh pendidikan dan mempelajari ajaran spiritual di kawasan ini. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya tulisan “Sra”, sebuah simbol huruf Sanskerta yang berarti “Sri”, gelar kehormatan yang melekat pada kaum bangsawan atau keluarga kerajaan. Keberadaan simbol ini menunjukkan bahwa tempat ini memiliki status istimewa dan digunakan sebagai ruang pembelajaran bagi para calon pemimpin untuk memperdalam pengetahuan, spiritualitas, serta nilai-nilai kebijaksanaan. Lingkungan yang tenang dan sakral di sekitarnya mendukung proses pembentukan karakter, moral, dan kesadaran spiritual, yang menjadi dasar bagi mereka dalam menjalankan peran penting di pemerintahan dan kehidupan masyarakat pada masa itu.
CERUK BAGIAN UTARA
Pada zaman dahulu, tempat ini berfungsi sebagai tempat pembelajaran dan meditasi bagi para murid maupun masyarakat umum yang ingin mendalami ajaran spiritual. Di bawah bimbingan para guru suci, mereka belajar untuk menenangkan pikiran, mengendalikan diri, dan memahami makna kehidupan melalui latihan semadi. Suasana alam yang tenang serta keberadaan aliran air di sekitarnya menciptakan lingkungan yang mendukung proses kontemplasi dan penyucian batin. Tempat ini juga menjadi simbol pencarian pengetahuan dan pencerahan spiritual, di mana setiap individu diajak untuk mencapai keseimbangan antara jasmani dan rohani serta mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.